Tuesday, 24 September 2013

Contoh PTK heru bab pendahuluan


A.    Pendahuluan
1.      Latar Belakang Masalah
Penelitian yang Anda lakukan dimaksudkan untuk memecahkan permasalahan pembelajaran di kelas (ingat PTK hanya mengkaji masalah pembelajaran di dalam kelas artinya hanya mengkaji masalah interaksi antara guru dengan siswanya, hasil belajar, dan disiplin belajar). Pada bagian ini, kemukakan hal-hal yang mendorong Anda untuk melakukan penelitian atau argumentasi pentingnya dilakukan penelitian, mengapa sesuatu itu dipermasalahkan dan akan diteliti. Untuk itu awali uraian Anda dengan menceritakan kondisi ideal pembelajaran yang seharusnya atau diharapkan (baik siswa maupun guru),kemudian uraikan kondisi nyata yang terjadi di kelas Anda, sehingga tergambar adanya beberapa kesenjangan antara harapan dengan kenyataan (masalah).Identifikasilah masalah-masalah tersebut secara rinci. Urutkan dari a sampai z sesuai dengan sistematika pemaparan.
Beberapa contoh masalah yang mungkin Anda hadapi dalam pembelajaran sehari-hari misalnya:
a.       Dalam interaksi pembelajaran
1)      Siswa kurang aktif dalam mekanisme kerja kelompok.
2)      Siswa kurang aktif dalam diskusi kelas.
3)      Respon siswa terhadap pertanyaan yang diajukan guru kurang.
4)      Respon siswa terhadap terhadap pendapat siswa lainnya kurang.
b.      Berkaitan dengan prestasi belajar
1)      Nilai yang dicapai siswa dalam pembelajaran matematika rendah (dibawah KKM)
2)      Siswa kurang mampu menerapkan rumus Phitagoras.
3)      Kemampuan siswa dalam menulis karangan deskripsi rendah.
4)      Sebagian besar siswa selalu salah dalam mengucapkan kata-kata bahasa Inggris.
5)      Siswa pintar sering mendapat nilai rendah bila diberikan ujian objektif.
6)      Jika diberikan pertanyaan yang menuntut berpikir tingkat tinggi, pertanyaan sering tidak terjawab.
c.       Disiplin belajar
1)      Siswa sering tidak mengerjakan tugas rumah atau PR.
2)      Selama pembelajaran berlangsung banyak siswa yang mengantuk.
3)      Siswa tidak memperhatikan pelajaran.
4)      Siswa banyak yang saling mencontoh ketika diberikan tugas di kelas
Masalah tersebut hanyalah sebagian saja dari masalah yang biasa Anda hadapi sehari-hari. Tentunya Anda  lebih mengenal masalah Anda sendiri. Oleh karena itu silahkan Anda mengidentifikasi masalah-masalah tersebut berdasarkan masalah yang Anda rasakan sehari-hari.
Langkah selajutnya lakukanlah analisis terhadap masalah yang teridentifikasi tersebut. Apa yang menjadi akar permasalahan sehingga muncul masalah-masalah tersebut (untuk bagian ini kemukakan data-data atau fakta-fakta yang ditemukan di kelas, baik dari refleksi Anda sendiri, pengamatan terhadap kegiatan KBM, wawancara dengan siswa atau guru lain, hasil analisis berbagai dokumen, dan sebagainya). Kemudian dari sekian permasalahan tersebut pilih yang paling urgen atau yang benar-benar harus ditangani dengan segera yang mana kalau permasalahan tersebut tidak segera ditangani akan berakibat buruk bagi hasil belajar siswa atau perkembangan siswa lebih lanjut. Sejalan dengan masalah yang telah Anda tentukan, pilihlah tindakan untuk mengatasi masalah tersebut. Untuk lebih meyakinkan bahwa pilihan tindakan yang Anda ajukan memiliki pijakan ilmiah sedapat mungkin cerahi dengan kerangka teoretik dari studi pustaka.
2.      Perumusan Permasalahan
Permasalahan merupakan bagian terpenting dalam sebuah proposal penelitian. permasalahan adalah pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya akan dikaji melalui penelitian. permasalahan hendaknya dirumuskan secara jelas dan rinci, dan dituliskan dalam bentuk pertanyaan. Hendaknya diingat bahwa permasalahan yang akan dikaji merupakan permasalahan nyata yang terdapat di kelas atau sekolah. Oleh karena itu, variabel yang akan dikaji  harus diungkapkan secara jelas dan demikian pula hubungan antarvariabel yang dikaji. Dengan perkataan lain, dalam perumusan masalah, hendaknya tergambar permasalahan dan tindakan yang akandilakukan baik proses maupun hasilnya.Ingat..! dalam PTK, bukan hanya mengkaji hasil tetapi juga prosesnya.

Contoh:      
a.       Bagaimanakah menerapkan strategi komposisi terkendali dan terarah untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas VI SD N Tambakreja 02 dalam menulis?
b.      Apakah penerapan strategi komposisi terkendali dan terarah dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran menulis di kelas VI SD N Tambakreja 02?
c.       Apakah penerapan strategi komposisi terkendali dan terarah dapat meningkatkan kemampuan siswa Kelas VI SD N Tambakreja 02 dalam menulis?
Dari contoh di atas, masalah a dan b merupakan rumusan masalah yang berkaitan dengan  proses pembelajaran, sedangkan masalah c berkaitan dengan hasil pembelajaran.
Penentuan permasalahan penelitian memerlukan kehati-hatian dan kecermatan. Harus disadari oleh Anda selaku peneliti bahwa tidak semua masalah keilmuwan  yang dihadapi dan telah diidentifikasi akan dijamin sebagai masalah yang layak dan seusai untuk diteliti. Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut ini.
a.       Kemanfaatan hasil penelitian, yaitu seberapa jauh penelitian terhadap suatu masalah tersebut akan memberikan sumbangan pada khasanah teori ilmu pengetahuan atau pada pemecahan masalah-masalah praktis dalam kelas.
b.      Kriteria pengetahuan yang dipermasalahkan, yaitu (1) mempunyai khasanah keilmuan yang dapat dipakai untuk pengajuan hipotesis dan (2) memiliki kemungkinan mendapatkan sejumlah fakta empirik yang diperlukan guna pengujian hipotesis.
c.       Persyaratan dari segi  peneliti, yaitu seberapa jauh kemampuan Anda untuk melakukan penelitian. Hal ini setidak-tidaknya menyangkut lima faktor: biaya, waktu, alat dan bahan, bekal kemampuan teoretis peneliti, dan penguasaan Anda terhadap metode penelitian yang akan digunakannya.
3.      Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian menyatakan target tertentu yang akan diperoleh dari kegiatan penelitian yang direncanakan. Tujuan penelitian harus dinyatakan secara spesifik dalam pernyataan yang jelas. Kemukakan secara singkat tujuan penelitian sesuai dengan permasalahan penelitian yang telah dirumuskan. Tujuan umum dan khusus dikemukakan secara jelas sehingga dapat diukur tingkat pencapaian keberhasilannya.
Contoh:
Tujuan Umum:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan  siswa kelas VI SD N Tambakreja 02 dalam  menulis  melalui penerapan strategi komposisi terkendali dan terarah.
Tujuan Khusus:
Penelitian ini bertujuan untuk:
a.       Mengetahui proses penerapan strategi komposisi terkendali dan terarah dalam meningkatkan kemampuan siswa kelas VI SD N Tambakreja 02 pada asfek menulis.
b.      Mengetahui peningkatan kualitas proses pembelajaran menulis di kelas VI SD N Tambakreja 02setelah melalui penerapan strategi komposisi terkendali dan terarah.
c.       Mengetahui peningkatkan kemampuan siswa kelas VI SD N Tambakreja 02 dalam menulis  melalui penerapan strategi komposisi terkendali dan terarah.
4.      Kontribusi Penelitian
Kontribusi atau kegunaan penelitian menyatakan manfaat yang dapat dipetik dari pemecahan masalah yang didapat dari hasil penelitian. uraikan kontribusi atau kegunaan penelitian pada proses belajar mengajar dan inovasi yang akan dihasilkan dalam penelitian ini dalam memecahkan masalah. Kemukakan manfaat teoritis (kepentingan ilmiah) dan manfaat praktis (kepentingan terapan). Berkenaan dengan manfaat praktis, kemukakan, misalnya, manfaat untuk siswa, guru, dan sekolah.
Manfaat Teoritis:
a.       Dari segi teoritis diharapkan penelitian ini dapat melengkapi teori pembelajaran yang berkaitan dengan kemampuan menulis dan penerapan strategi komposisi terkendali dan terarah.
b.      Hasil penelitian ini juga diharapkan mampu memperkaya khasanah ilmu pengetahuan khususnya yang berkaitan dengan inovasi pembelajaran menulis.
c.       Sebagai bahan kajian bagi peneliti lebih lanjut yang mengkaji masalah yang sama.
Manfaat Praktis:
a.       Manfaat bagi guru
1)      Dapat menemukan alternatif model pembelajaran dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa kelas VI pada asfek menulis.
2)      Dapat berkembang secara profesional karena dapat menunjukkan bahwa ia mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya.
3)      Dapat berperan aktif dalam pengembangkan pengetahuan dan keterampilan.
4)      Dapat meningkatkan rasa percaya dirinya dalam mengajar karena mampu menemukan kelebihan dan memperbaiki kelemahananya dalam mengajar.
b.      Manfaat bagi siswa
1)      Dapat meningkatkan hasil belajarnya
2)      Siswa menjadi kritis terhadap hasil belajarnya.
c.       Manfaat bagi sekolah
Sekolah menjadi berkembang karena adanya peningkatan kemampuan para gurunya dalam melakukan pembelajaran, sebagaimana diargumentasikan Hargreaves (dalam Ristasa, 2011:7) “there is little school development without teacher development; and there is little teacher development without school development


Popular Posts