Wednesday, 25 September 2013


BAB  II
PENYUSUNAN LAPORAN PENELITIAN
 CONTOH PTK HERU
Penulisan laporan penelitian pada hakikatnya dimaksudkan untuk mengkomunikasikan kegiatan dan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh seorang peneliti. Bentuk paling umum yang digunakan untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian adalah bentuk laporan penelitian tertulis. Penulisan laporan sebagai bagian dari keseluruhan rangkaian kegiatan penelitian merupakan tahap yang sangat penting. Arti penting dan nilai sebuah penelitian pada umumnya ditentukan oleh kualitas serta kegunaan laporan tersebut.
Banyak hal dipersyaratkan untuk dimiliki seorang peneliti agar ia mampu menyusun laporan penelitian dengan baik. Hal-hal tersebut, antara lain, adalah pengetahuan yang memadai mengenai bagian-bagian laporan, keterampilan-keterampilan pengorganisasian dan kemampuan menulis (sudah tentu termasuk kemampuan berbahasa karena bahasa digunakan sebagai mediumnya), ketersediaan waktu, kecermatan, ketelitian, dan barangkali juga kesabaran.
Dalam bagian ini akan dikemukakan tiga hal pokok, yaitu (1) tujuan penulisan laporan penelitian, (2) struktur laporan penelitian, dan (3) bahasa yang digunakan dalam laporan penelitian.

A.    Tujuan Penulisan Laporan Penelitian
Tujuan penulisan laporan penelitian adalah untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian kepada pihak lain. Selain itu, laporan penelitian dimaksudkan sebagai bentuk pertanggungjawaban peneliti kepada pihak tertentu atas proses dan hasil penelitian yang telah dilakukan. Berkenaan itu, peneliti haruslah menyadari untuk siapakah laporan penelitian itu ditulis atau disampaikan. Jawaban terhadap pertanyaan ini mempengaruhi hampir semua bagian atau aspek dalam laporan penelitian. Laporan yang ditulis dan ditujukan kepada lembaga pemberi dana penelitian tentu harus disusun sesuai dengan format dan segala ketentuan yang digariskan. Lain lagi kalau laporan itu berupa skripsi, tesis, atau disertasi yang ditulis oleh seorang mahasiswa. Laporan penelitian yang ditulis dalam bentuk artikel untuk sebuah jurnal ilmiah tentu berbeda dengan artikal yang disusun dalam bentuk makalah, buku atau yang akan dipublikasikan di surat kabar atau majalah.
Brown (1994) berpendapat bahwa karena faktor jarak antara penulis dan pembaca, penulis dituntut memiliki empati kognitif, yaitu kemampuan “membaca” tulisannya sendiri dari perspektif pikiran pembaca sasaran (target reader).  Penulis hendaknya dapat memprediksi pengetahuan, budaya, dan skemata pembaca; memiliki pengetahuan spesifik tentang pokok persoalan yang ditulisnya; dan yang lebih penting lagi pilihan bahasanya dapat dipahami.
Laporan penelitian pada umumnya ditulis setelah peneliti merampungkan semua proses pengumpulan data serta menganalisis data tersebut. Cara kerja demikian dapat dikatakan kurang efisien. Peneliti hendaknya mempersiapkan proses penyusunan laporan sejak kegiatan penelitian dimulai. Sehubungan dengan itu, peneliti perlu merancang garis besar laporan bersamaan waktunya dengan pada waktu ia mengajukan desain penelitian.

B.     Struktur Laporan Penelitian
Laporan penelitian terdiri atas tiga bagian, bagian awal (preliminary), bagian pokok, dan bagian akhir. Namun, aspek-aspek yang tercakup dalam masing-masing bagian tersebut bisa bervariasi. Hal itu bergantung pada jenis penelitian maupun lembaga penelitian atau lembaga penyandang dana penelitian. Berikut ini dikemukakan contoh struktur atau format untuk laporan penelitian tindakan kelas UT UPBJJ Purwokerto.
Bagian Awal
LEMBAR JUDUL
LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
Bagian Pokok
Bab I :    PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
B.     Perumusan Masalah
C.     Tujuan Penelitian
D.    Manfaat Penelitian
Bab II :   KAJIAN PUSTAKA
A.    Kerangka Teori
B.     Kerangka Berpikir
C.     Hipotesis  Tindakan
D.    Indikator Kinerja dan Kriteria Keberhasilan
BAB III :PELAKSANAAN PERBAIKAN
A.    Subjek dan SettingPenelitian
B.     Data, Sumber Data,Teknik Pengumpulan, dan Analisis Data
C.     Prosedur Penelitian
D.    Deskripsi Pelaksanaan Tindakan per Siklus
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.       Deskripsi Hasil per Siklus
B.       Pembahasan
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
B.     Saran dan Tindak Lanjut


Bagian Akhir
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN


Uraian berikut ini menjelaskan secara singkat setiap bagian laporan Penelitian Tindakan Kelas
1.      Abstrak
Abstrak merupakan kristalisasi atau saripati dari unsur-unsur penelitian. Pada bagian ini dituliskan dengan ringkas hal-hal pokok tentang (a) judul (b) permasalahan, (c) tujuan penelitian (c) metode penelitian, dan (d) hasil penelitian (e) kesimpulan. Melalui abstrak pembaca dalam waktu yang cepat akan mendapatkan gambaran umum dan menyeluruh tentang penelitian yang dilaporkan. Abstrak yang baik tidak lebih dari setengah atau satu halaman untuk ketikan satu spasi.


2.      Kata Pengantar
Kata pengantar berisi ekspresi syukur kepada khadirat yang maha kuasa alas limpah rakhmat dan karunianya hingga penulis bisa merampungkan penelitian dan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam proses penelitian dan penyusunan laporan.
3.      Pendahuluan
Bagian ini memuat unsur latar belakang masalah (data awal tentang permasalahan pentingnya masalah dipecahkan), identifikasi masalah, analisis masalah, alternatif pemecahan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.
4.      Kajian Pustaka
Bagian ini menguraikan teori terkait dan temuan dari hasil penelitian yang relevan, yang memberi arah pada pelaksanaan PTK dan usaha peneliti membangun argumen teoretis bahwa dengan tindakan tertentu dimungkinkan dapat ditingkatkan mutu proses hasil pendidikan dan pembelajaran, bukan untuk membuktikan teori. Bab ini berisi kerangka teori, kerangka berpikir, hipotesis tindakan, indikator kinerja dan kriteria keberhasilan.
5.      Pelaksanaan Perbaikan
Bagian ini menguraikan, menguraikan subjek penelitian (termasuk menguraikan karakteristik subjek penelitian secara rinci),setting penelitian (deskripsi tempat atau lokasi dan waktu penelitian sesuai dengan kenyataan yang ada), menjelaskan: data dan jenis data yang diperlukan sesuai dengan permasalahan penelitian, sumber datanya, teknik pengumpulan data beserta instrumen yang digunakan, teknik analisis data, mengemukakan indikator kinerja dan kriteria keberhasilan sebagaimana telah dirumuskan dalam proposal penelitian,menguraikan prosedur penelitian, dan deskripsi pelaksanaan tindakan per siklus. Deskripsi pelaksanaan tindakan per siklus pada laporan berbeda dengan proposal, pada proposal berupa rencana tindakan (berarti baru rencana) sedangkan pada laporan berupa pelaksanaan tindakan.
Pada bagian Deskripsi Pelaksanaan Tindakan per Siklus,deskripsikan pelaksanaan penelitian pada setiap siklusnya. Apa yang dilakukan dalam tahap: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Tindakan yang dilakukan harus rasional dan feasible serta collaborative. Uraian masing-masing siklus menyajikan data lengkap, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan yang terjadi. Perlu ditambahkan hal yang mendasar, yaitu hasil perubahan (kemajuan) pada diri siswa, lingkungan, guru sendiri, motivasi, dan aktivitas belajar, situasi kelas, dan hasil belajar.
6.      Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bagian ini mengemukakan deskripsi hasil per siklus dan pembahasannya. Uraikan hasil penelitian untuk siklusnya, menyajikan data lengkap sesuai dengan variabel terikat yang jadi sasaran perbaikan penelitian.Lengkapi data hasil dengan grafik dan tabel secara optimal, hasil analisis data yang menunjukkan perubahan yang terjadi disertai pembahasan secara sistematis dan jelas. Penjelasan hasil menggunakan perspektif teori tertentu maupun norma atau ketentuan yang berlaku.
7.      Kesimpulan dan Saran Tindak Lanjut
Bagian ini menyajikan simpulan hasil penelitian (potret kemajuan) sesuai dengan tujuan penelitian. berikan saran tindak lanjut berdasarkan pembahasan hasil penelitian.
8.      Daftar Pustaka
Bagian ini memuat sumber pustaka yang digunakan dalam penelitian secara alfabetis
9.      Lampiran-lampiran
Memuat instrumen penelitian, (RPPP, lembar observasi, angket, wawancara, dll), jadwal pelajaran, daftar siswa, jadwal penelitian, personalia penelitian, biaya penelitian, dll.


C.    Bahasa dalam Laporan Penelitian
Laporan penelitian dapat digolongkan sebagai karya ilmiah. Oleh karena itu, dalam penyusunan laporan penelitian hendaknya digunakan ragam bahasa baku. Menurut Suriasumantri (1987) dalam tulisan ilmiah, fungsi simbolik harus lebih ditekankan daripada fungsi emotif dan afektif agar bahasa yang digunakan bersifat reproduktif, yakni gagasan yang disampaikan penulis dapat dipahami secara tepat oleh pembacanya.
Laras bahasa yang digunakan dalam laporan penelitian adalah laras bahasa keilmuan. Menurut Dardjowidjojo (1988), ciri-ciri laras bahasa keilmuan mencakupi: (1) wujud bahasanya haruslah lengkap (afiksasi di dalam ragam informal opsional, dalam bahasa ilmiah wajib), (2) kosakata yang dipakai harus utuh, (3) menggunakan tanda baca yang tepat, (4) padat isi, bukan padat kata-kata, (5) adanya ketepatan ungkapan dan ketunggalan arti, (6) pemakaian bahasa bersifat abstrak, (7) banyak ditemukan kalimat pasif (penekanan pada peristiwa), dan (8) adanya kelengkapan unsur kalimat (seperti subjek dan predikat). Sementara itu, menurut Brotowidjoyo (1985), karangan ilmiah antara lain memiliki ciri-ciri (1) objektif, (2) cermat dan tepat, (3) sistematis, dan (4) tidak emotif.
Berdasarkan uraian di atas tampak dengan jelas bahwa dalam penyusunan laporan penelitian, peneliti harus memperhatikan aspek penalaran, struktur paragraf, gaya selingkung institusi yang dituju.










DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Brotowidjojo, M.D. Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Akademi Pressindo.
Dardjowijoyo, S. 1988. Prinsip dan Format Penulisan Ilmiah. Yogyakarta: Bharam.
Hopkins, D. 1993. A Teacher’s Guide to Classroom Research;Second Edition. Philadelphia: Open University Press.
McNiff, S. 1992. Action Research: Principles and Practice. London: Routledge.
Maleong, L.J. 1989. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Mulyasa, H.E. 2009. Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja  Rosdakarya.
Ristasa, R dan Prayitno. 2003. Panduan Penyusunan LaporanPKP. Purwokerto: UPBJJ UT Purwokerto.
Ristasa, R. 2010. Panduan Penulisan Laporan PKP. Purwokerto. UPBJJ – UT Purwokerto
Ristasa, R. 2011. Panduan Penyusunan Proposal dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Purwokerto. UPBJJ – UT Purwokerto
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Arikunto, S., Suharjono, dan Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Sukmadinata, S. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Suriasumantri, J.S. 1987. Filsafat Ilmu; Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Sinar Harapan.
Sutejo. 2009. Cara Mudah Menulis PTK. Yogyakarta: Pustaka Felicha.
Suwandi, S. 2010. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penulisan Karya Ilmiah. Surakarta: Yuma Pustaka.
Wardhani, I.G.A.K. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.
________________. 2009. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Universitas Terbuka.
________________. 2011. Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta: Universitas Terbuka.
Wiriaatmadja, R. 2009. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Popular Posts